headerslideheaderslideheaderslideheaderslide
Artikel

Klaster Keluarga Bermunculan, Cegah Rantai Penyebaran Covid-19


Salam Sobat SehatKu…

Sejak awal maret 2020 Indonesia tengah digemparkan dengan mewabahnya virus  corona yang semakin banyak korban meninggal. Ancaman penyebaran virus corona dari klaster keluarga pun semakin meningkat. Mengapa penyebaran virus di klaster keluarga sangat mudah dan berbahaya? Yuk disimak..

Apakah Klaster Keluarga itu?


Klaster keluarga adalah penyebaran virus corona yang bermula  dari salah satu anggota keluarga yang terinfeksi virus, lalu menularkan ke anggota keluarga lainnya sehingga satu rumah tertular COVID-19 saat berada di rumah sendiri.


Apa penyebab klaster keluarga semakin bermunculan??

Setiap rumah tangga memiliki faktor resiko penularan covid-19 yang berbeda karena setiap keluarga memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, jumlah orang yang keluar rumah berbeda, jumlah keluarga yang tinggal satu atap dan lainnya.  Anak – anak bisa berperan sebagai carrier virus karena pemahaman protokol kesehatan anak – anak tidak sekuat orang dewasa. Membiarkan anak–anak bermain bersama di lingkungan rumah tanpa protokol yang kuat salah satu penyebab rantai virus terjadi.

Apakah artinya orang dewasa kebal dengan virus corona? Bukan hanya anak-anak yang harus membatasi kontak fisik dengan orang lain, namun orang dewasa pun demikian. Kegiatan kumpul warga seperti arisan, rapat warga, perayaan hari besar, melakukan liburan atau jalan – jalan ke tempat publik yang ramai dan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang juga salah satu penyebab rantai penyebaran virus.


Mengapa  Klaster Keluarga sangat berbahaya?

Segala kebijakan, protokol dan sistem monitoring yang diterapkan oleh Pemerintah, tempat publik dan perusahaan tidak bisa menahan transmisi virus ke lingkungan terkecil seperti keluarga.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena dalam lingkup dan kultur bangsa Indonesia mengutamakan silahturahmi, transmisi satu keluarga ke keluarga lainnya yang akan mempercepat penularan virus covid-19 semakin masif. Contoh yang sudah terjadi di Indonesia saat ini salah satunya di Kota Bogor terdapat 1 Rukun Tetangga (RT) hampir seluruh warganya positif Covid-19.


Hal tersebut akan lebih berdampak buruk lagi jika warga yang bergejala enggan melakukan test swab dengan alasan takut dikucilkan oleh masyarakat. Tanpa mereka sadari, tindakan tersebut bisa meningkatkan rantai covid-19 semakin cepat meluas dan angka kematian di Indonesia semakin tinggi.

                                                                                                                                       

Bagaimana cara kita mencegah transmisi Klaster Keluarga tidak semakin massif?

         - Pahami rantai penyebaran covid-19

         - Patuhi protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun

         - Selektif atau tidak menerima kunjungan orang lain ke rumah

   - Lakukan silahturahmi secara digital atau online

   - Kurangi kegiatan sosial warga yang melibatkan kerumunan dan kontak fisik

         - Tunda dulu piknikmu demi keselamatan keluarga dan sosial

         - Sebisa mungkin kurangi kegiatan di luar rumah jika tidak penting

         - Memperhatikan faktor VDJ ( Ventilasi-Durasi-Jarak) di rumah dan keluarga

 

Seperti apa VDJ (Ventilasi-Durasi-Jarak) itu?

Ventilasi    : Buka jendela dan pintu agar udara segar mengalir. Hindari berada di ruangan tertutup khususnya anggota keluarga yang rentan dan keluarga yang sering keluar rumah.

Durasi         :  Sediakan kamar terpisah jika ada anggota keluarga yang harus bekerja di luar rumah dan kurangi interaksinya dengan anggota yang lebih rentan.

Jarak        : Jika Memungkinkan, anggota keluarga yang bekerja diluar diharapkan menjaga social distancing dan gunakan masker disekitar keluarga lainnya,  khususnya lansia atau balita.

Yuk putuskan rantai penyebaran dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.Tetap waspada dan lakukan pola hidup bersih & sehat. Jangan bawa transmisi virus ke rumah dan keluargamu. Salam Sobat SehatKu!


Sumber : Pandemic Talks